021120342_LINDA PERMATA H
Selasa, 28 Desember 2021
Rabu, 27 Oktober 2021
021120342_LINDA PERMATA H_AKUNTANSI BIAYA REVIEW JURNAL
Judul Jurnal : PENGARUH EFISIENSI BIAYA BAHAN BAKU DAN EFISIENSI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA PT ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY PERIODE 2015-2017
Volume : Vol 6, No 1 (2019)
Pengarang : Agung Fajar Ilmiyono, Adinda Langlang Buana, Akhsanul Haq, dan Airin Nuraini
LATAR
BELAKANG
Pertumbuhan
dan peningkatan ini dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku
usaha di industri ban untuk memaksimalkan kinerjanya dalam menghasilkan
pendapatan dan mencapai tujuan perusahaan. Tujuan utama perusahaan pada umumnya
adalah memperoleh laba sebesar-besarnya dan mempertahankan kelangsungan hidup
perusahaan. Menurut Wild dan Subramanyam , menyatakan bahwa pengertian laba
adalah sebagai berikut: «Laba atau laba bersih mengindikasikan profitabilitas
perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk
periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba
didapat». Oleh karena itu usaha peningkatan pendapatan untuk memperoleh laba
maksimal harus diimbangi dengan pengendalian biaya untuk menekan pengeluaran
seminimal mungkin.
Pengendalian
biaya dalam perusahaan dapat diukur dengan analisis efisiensi. Analisis
efisiensi mengukur efisiensi biaya dengan cara membandingkan realisasi biaya
dengan standar biaya. Kedua biaya ini biasanya memiliki resiko efisiensi yang
tinggi apabila pengendalian tidak dilakukan dengan benar, dan dampaknya dapat
menyebabkan kerugian. Pada biaya bahan baku, apabila terjadi pemborosan bahan
baku maka biaya yang dikeluarkan pun akan tinggi, jika bahan baku habis tetapi
target produksi belum tercapai, maka hal ini akan menyebabkan kerugian yang
semakin besar. Demikian juga dengan tenaga kerja, apabila tenaga kerja yang
memproses produk dalam aktivitas produksi membutuhkan waktu yang lebih banyak
daripada target, maka jam kerja akan meningkat dan biaya tenaga kerja pun
meningkat.
TUJUAN
Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh efisiensi biaya bahan baku
dan pengaruh efisiensi biaya tenaga kerja terhadap peningkatan laba perusahaan.
KERANGKA
PEMIKIRAN
Bedasarkan
uraian sebelumnya, maka dibuat kerangka dibuat suatu kerangka pemikiran
teoritis yang menggambarkan variabel-variabel yang telah dijelaskan sebelumnya.
1. Biaya
Bahan Baku
Tujuan utama didirikannya
perusahaan untuk memperoleh laba dan berproduksi secara ekonomis, dapat
menyelesaikan pembuatan produk tepat waktu, dan tepat waktu saat penyerahaan
produk kepada konsumen.
2. Biaya
Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja merupakan
salah satu faktor yang terpenting dalam proses produksi untuk menghasilkan
barang maupun. Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup dan
memadai. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan
sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya dapat optimal.
3. Pengaruh
Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba
Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dalam menjalankan proses produksi. Salah satu tujuan yang biasa dijadikan sebagai ukuran
keberhasilan atau kemajuan perusahaan adalah laba. Maka dari itu perusahaan akan berusaha menghasilkan laba agar
bisa mempertahankan kelangsungan usahanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Biaya yang dianggap sebagai tanggungan harus dapat
dikendalikan dan dialokasikan secara efisien oleh manajemen.
ANALISIS BIAYA BAHAN BAKU
1. Metode
Satu Selisih (The One-Way Model)
Dalam
metode ini selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar tidak dipecah
ke dalam selisih harga dan selisih kuantitas, tetapi hanya ada satu macam
selisih yang merupakan gabungan antara selisih harga dan selisih kuantitas.
Rumus:
St = (HSt x KSt)
– (HS x KS)
Dimana :
St = Total
Selisih HSt = Harga Standar
KSt = Kuantitas
Standar HS = Harga Sesungguhnya
KS =
Kuantitas Sesungguhnya
2. Metode
Dua Selisih (The Two-Way Model)
Dalam metode analisis ini, selisih antara biaya
sesungguhnya dengan biaya standar dibagi menjadi dua macam selisih, yaitu
selisih harga dan selisih kuantitas atau
efisiensi, ini ditujukan untuk membebankan tanggung jawab masing- masing jenis
selisih tersebut pada manajer yang bertanggungjawab.
Rumus :
Rumus perhitungan selisih harga: SH = (HSt – HS) x KS
Rumus perhitungan selisih kuantitas: SK = (KSt – KS) x
HSt
Dimana:
SH = Selisih Harga
SK = Selisih Kuantitas / Efisiensi HSt = Harga Standar
KSt = Kuantitas Standar HS = Harga Sesungguhnya
KS = Kuantitas Sesungguhnya
3. Metode Tiga Selisih (The Three-Way
Model)
Dalam
metode ini, selisih antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya dibagi menjadi tiga macam selisih berikut
ini: selisih harga, selisih kuantitas, dan
selisih harga/kuantitas.
Hubungan harga dan kuantitas standar dengan harga dan kuantitas sesungguhnya dapat terjadi dengan empat kemungkinan berikut:
1. Harga dan kuantitas standar lebih besar dari harga dan kuantitas sesungguhnya.
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KS SK = (KSt – KS) x HS
2. Harga
dan Kuantitas standar lebih kecil dari harga dan kuantitas sesungguhnya.
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KSt SK = (KSt – KS) x HSt
SHK = (HSt – HS) x (KSt – KS)
3. Harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya tetapi sebaliknya kuantitas standar lebih tinggi dari kuantitas sesungguhnnya.
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KS SK = (KSt – KS) x HSt
4. Harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, tetapi sebaliknya kuantitas standar lebih rendah dari kuantitas sesungguhnya.
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KSt SK = (KSt – KS) x HS
SHk = Nol
BIAYA TENAGA KERJA
LANGSUNG
Biaya Tenaga Kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengguna tenaga kerja langsung dalam pengolahan suatu produk dari bahan baku menjadi barang jadi. Biaya Tenaga Kerja Langsung meliputi kompensasi atas seluruh tenaga kerja yang dapat ditelusuri ke obyek biaya dengan cara yang ekonomis.
ANALISIS BIAYA TENAGA
KERJA LANGSUNG
1. Metode
Satu Selisih (The One-Way Model)
Rumus
: (JKSt x TUSt) – (JKS x TUS)
Dimana :
TUSt = Tarif
Upah Standar JKSt = Jam Kerja Standar
TUS = Tarif Upah
Sesungguhnya JKS = Jam Kerja Sesungguhnya
2. Metode
Dua Selisih (The Two-Way Model)
Rumus :
Rumus
perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x
JKS
Rumus
perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x TUSt
3. Metode Tiga Selisih (The Three-Way Model)
Rumus :
Rumus perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x JKSt
Rumus perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x
TUS
Rumus perhitungan selisih tarif/efisiensi upah: (JKSt –
JKS) – (TUSt – TUS)
LABA
Laba adalah hasil pengurangan dari biaya atas pendapatan yang didapatkan didalam laporan laba rugi. Laporan laba rugi disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu dan menggambarkan hasil kegagalan operasi perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Hasil operasi perusahaan diukur dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan dengan biaya. Apabila pendapatan lebih besar daripada biaya maka dikatakan bahwa perusahaan memperoleh laba dan bila terjadi sebaliknya maka perusahaan mengalami rugi.
1. Laba Kotor
Laba
kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan/mendapatkan produk barang/jasa.
Rumus
:
Laba
Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
· Penjualan
Bersih = Penjualan – Biaya Angkut – Return Penjualan – Potongan Penjualan
· HPP
= Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
· Pembelian
Bersih = Pembelian + Biaya Angkut – Return Pembelian – Potongan Pembelian
2. Laba
Bersih
Laba bersih adalah laba kotor dikurangi oleh semua
biaya yang dikeluarkan seperti biaya operasional dan biaya non-operasional.
Biaya operasional contohnya yaitu gaji, biaya sewa, biaya pemasaran, biaya
administrasi, biaya perusahaan dan lain sebagainya. Sedangkan biaya
non-operasional adalah biaya bunga (interest) dan pajak (tax).
Rumus :
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha
• Beban Usaha =
Beban Operasional + Beban Non-Operasional
• EBITDA = Laba
Kotor – Biaya Operasional
• EBIT = EBITDA –
Beban Non-Operasional (Biaya Penyusutan dan Amortisasi)
• EBT = EBIT –
Beban Bunga + Pendapatan Bunga
• Laba Bersih =
EBT – Beban Pajak
Keterangan:
EBITDA: Earning before Interest, Tax, Depreciation and
Amortation (Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi)
EBIT: Earning before Interest and Tax (Laba sebelum
bunga dan pajak)
EBT: Earning before Tax (Laba sebelum pajak)
EFISIENSI
Efisiensi merupakan ketepatan untuk menjalankan
sesuatu. Efisiensi biaya produksi suatu hal yang penting yang harus dilakukan
oleh perusahaan untuk mencapai laba yang optimal. Tingkat efisiensi biaya
produksi suatu perusahaan dapat diukur dengan berapa banyak bahan baku, tenaga
kerja langsung, dan overhead pabrik yang digunakan untuk menghasilkan keluaran
tertentu.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif eksploratif, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang
Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan
Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba. Dalam
penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung sedangkan yang menjadi variabel dependen adalah
peningkatan laba.
OBJEK, UNIT ANALISIS DAN LOKASI PENELITIAN
Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung
sebagai variabel independen dan Peningkatan Laba sebagai variabel dependen.
Unit analisis penelitian dalam penelitian ini adalah
Organization, maksud dari Organization yang diteliti adalah suatu organisasi,
sehingga data adalah mengenai atau berasal dari (respon) suatu organisasi
tertentu.
Lokasi penelitian yang akan dilakukan adalah PT Elangperdana Tyre Industry yang merupakan perusahaan yang berada dibawah naungan Elang Group bersama dengan PT Elangperdana Prima Niaga & Industri yang memproduksi ban dalam mobil (Tube).
PEMABAHASAN
Efisiensi Biaya Bahan
Baku Terhadap Peningkatan Laba
1. Berdasarkan perhitungan selisih harga bahan baku diketahui bahwa
pada tahun 2015 dapat dinyatakan sebagai rugi karena harga standar lebih besar
dari harga sesungguhnya dan bedasarkan hasil perhitungan selisih harga atau
varian menunjukan hasil nilainya positif. Sedangkan tahun 2016 dan 2017 dapat
dinyatakan laba karena harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya dan
berdasarkan hasil perhitungan selisih harga atau varian menunjukan hasil
nilainya negatif.
2. Berdasarkan
perhitungan selisih kuantitas bahan baku diketahui bahwa selama 3 tahun yaitu
2015, 2016 dan 2017. Dapat dinyatakan rugi karena karena harga standar lebih
besar dari harga sesungguhnya dan hasil perhitungan selisih kuantitas
menunjukan hasil yang nilainya positif.
Efisiensi Biaya
Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba
1. Berdasarkan
perhitungan selisih tarif upah langsung diketahui bahwa tahun 2015 dapat
dinyatakan laba karena tarif upah standar lebih rendah dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan hal ini diperkuat oleh hasil perhitungan selisih
yang menunjukkan nilainya negatif. Kebalikannya pada tahun 2016 dan 2017
mengalami kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan hasil perhitungan selisihnya menunjukkan nilainya
positif.
2. Berdasarkan
perhitungan selisih efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 dan 2016 dapat
dinyatakan rugi karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan perhitungan selisih jam kerja menunjukkan hasil
yang nilainya positif, sedangkan pada tahun 2017 tidak terjadi laba atau rugi,
karena jam kerja standar dan jam kerja sesungguhnya yang digunakan dalam proses
produksi sama.
3. Berdasarkan
perhitungan selisih tarif/efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 mengalami
kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan tarif upah
sesungguhnya. Sedangkan 2016 dan 2017 dapat dinyatakan laba karena tarif upah
standar lebih rendah dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya. Hasil
tersebut diperkuat bedasarkan perhitungan selisih tarif/efisiensi upah yang
menunjukkan nilai untuk tahun 2015 positif sedangkan untuk tahun 2016 dan 2017
menunjukan nilai negatif.
Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya
Tenaga Kerja Terhadap Peningkatan Laba
Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung terhadap peningkatan laba memiliki pengaruh terhadap laba. Sedangkan terjadi perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Juwet (2018) dan Dewi (2014) yang menujukkan hasil penelitian yang berbeda dengan penelitian yang penulis analisis. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang mempengaruhi pendapatan yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ban maka perusahaan seharusnya dapat meningkatkan pengelolaan usaha sebaik mungkin. Hal yang dimaksud yaitu biaya- biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin.
TAMBAHAN PENJELASAN MATERI
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber-sumber daya untuk mencapai keluaran yang telah ditentukan atau dapat memaksimumkan keluaran dengan jumlah masukan yang terbatas disebut manajer yang efisien. Efisiensi dapat diukur dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan yang selanjutnya disebut biaya standar.
Pengendalian biaya (cost control) adalah perbandingan kinerja aktual dengan kinerja standar, penganalisisan selisih-selisih yang timbul guna mengidentifikasi penyebab-penyebab yang dapat dikendalikan, dan pengambilan tindakan untuk membenahi atau menyesuaikan perencanaan dan pengendalian pada masa yang akan datang. Pengendalian biaya merupakan control yang dilakukan untuk menilai prestasi dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya standar yang ditetapkan sehingga akan dapat ditentukan efisiensi pada setiap departemen dimana produk diolah.
KESIMPULAN
1. Efisiensi
biaya bahan baku berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT.
Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian semakin efisien
biaya bahan baku maka semakin meningkatkan laba, akan tetapi apabila biaya
bahan baku tidak efisien maka laba semakin menurun.
2. Efisiensi
biaya tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada
perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian
semakin efisien biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan
laba, akan tetapi apabila biaya tenaga
kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.
3. Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015- 2017 dengan demikian semakin efisien biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan laba, akan tetapi apabila biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.
SARAN
1. Untuk penelitian selanjutnya
Perlu mempertimbangkan faktor-faktor selain efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung, yaitu analisis terhadap biaya overhead pabrik pada perusahaan.
2. Untuk Praktisi
Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan agar mempertimbangkan untuk melakukan kontrak jangka panjang sehingga diperoleh biaya bahan baku yang murah. Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan supervise dalam pelaksanaan jam kerja.
Link Jurnal : https://jom.unpak.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/1223
Selasa, 26 Oktober 2021
Materi Akuntansi Biaya
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabar kalian
hari ini ? Semoga semua baik-baik saja ya 😊
Untuk kali ini saya akan
membahas materi tentang Akuntansi Biaya, yuk kita baca dan pahami pembahasannya
dibawah ini teman-teman!
1. Pengertian
Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya merupakan suatu proses pencatatan keuangan yang didalamnya terjadi penggolongan dan peringkasan semua transaksi atau biaya yang terjadi mulai dari proses produksi hingga penjualan produk maupun jasa. Akuntansi biaya sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan, karena data historis yang disajikan dalam pencatatannya akan sangat penting digunakan oleh manajemen dalam mengambil keputusan atau kebijakan di waktu yang akan datang.
2. Fungsi
Akuntansi Biaya
Fungsi akuntansi biaya yang pertama adalah untuk menentukan penentuan harga pokok atas suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Jangan sampai harga yang ditawarkan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah oleh konsumen. Penentuan harga pokok diperoleh dengan cara mencatat, menggolongkan, memonitor, dan meringkas seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari data histori yang dijadikan acuan pihak manajemen dalam penentuan harga pokok produksi.1) Penentuan Harga Pokok
Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data histori dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya. Dalam perencanaan dan pengendalian biaya, pihak manajemen akan memonitor apakah terjadi penyimpangan (ada selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya). Jika ada, pihak manajemen akan menganalisis penyebab terjadinya selisih serta mempertimbangkan tindakan koreksi yang memang perlu dilakukan sebagai bentuk pengendalian.2) Perencanaan & Pengendalian Biaya
3. Manfaat
Akuntansi Biaya
Manfaat akuntansi untuk bisnis modern saat
ini adalah bisa menjadi media informasi yang diperlukan untuk mengelola bisnis
agar semakin berkembang. Karena dalam akuntansi biaya ada 4 tahapan yaitu
perencanaan, pengawasan, pengukuran penghasilan, dan pengambilan keputusan. Jika
keempat tahap tersebut dilakukan secara benar, bisa dipastikan Anda tidak akan
bersusah payah bersaing dengan bisnis sejenis yang sedang berkembang pada masa
ekonomi modern saat ini.
Penerapan akuntansi pada ekonomi modern
saat ini sangat berguna sekali. Karena dengan penghitungan biaya, Anda dapat
menghitung biaya-biaya dalam proses produksi barang atau jasa secara terperinci
sehingga tidak terjadi kerugian dalam bisnis.
4. Tujuan
Akuntansi Biaya
Tujuan Akuntansi Biaya yaitu sebagai sumber informasi tentang semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan. Dimana selanjutnya informasi pada akuntansi ini akan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan untuk mengelola perusahaan. Di bawah ini adalah beberapa tujuan penghitungan biaya dalam akuntansi di era ekonomi modern saat ini yaitu :
1) Menentukan perhitungan biaya produksi secara tepat, yang tujuannya untuk menentukan besaran harga pokok barang, harga jual barang yang sudah jadi, serta besaran laba yang akan diperoleh untuk perusahaan. Cara ini juga bisa Anda aplikasikan untuk bisnis di era modern saat ini, sehingga Anda bisa menentukan harga dengan pas.
2) Dengan adanya proses akuntansi, perusahaan bisa melakukan pengendalian biaya selama proses produksi berlangsung agar sesuai standar yang ditentukan, karena jika tidak sesuai nantinya margin keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan akan berkurang, sehingga berdampak pada pendapatan yang diterima.
5. Penerapan
Akuntansi Biaya di Beberapa Jenis Perusahaan
Ø Akuntansi Biaya Perusahaan Dagang
Kegiatan utama perusahaan dagang adalah melakukan penjualan produk yang telah dibeli oleh perusahaan kepada konsumen. Perlu diingat, perusahaan dagang tidak memproduksi barang dagangannya sendiri, sehingga dia hanya mendistribusikan barang dagangan saja.
Adapun proses distribusi dibagi menjadi dua jenis, yaitu proses distribusi langsung (melalui perantara) dan proses distribusi tidak langsung. Terdapat 4 unsur yang menjadi dasar untuk menghitung akuntansi biaya pada perusahaan dagang, yaitu:
1) Kas keluar, yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
2) Barang masuk, berupa barang yang dibeli oleh perusahaan untuk diperdagangkan.
3) Kas masuk, adalah uang yang diperoleh dari penjualan barang dagangan oleh perusahaan.
4) Barang keluar, adalah semua barang yang dijual oleh perusahaan.
Jika disimpulkan, akuntansi perusahaan dagang ini sebenarnya memperhitungkan barang yang masuk dan keluar. Karenanya, juga terdapat akun-akun lain yang juga harus diperhitungkan dan diperhatikan.
Adapun akun-akun tersebut seperti; akun HPP, akun penjualan, akun pembelian, akun persediaan, akun beban pemasaran, akun potongan pembelian, akun diskon atau potongan harga.
Ø Akuntansi Biaya Perusahaan Manufaktur
Berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang, perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang aktivitasnya membuat produk dengan mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual. Sehingga akuntansi pada perusahaan manufaktur memiliki tujuan untuk menentukan harga pokok produksi dari setiap barang yang diproduksi. Selain itu, tujuan lain dari akuntansi biaya di perusahaan manufaktur yaitu menyampaikan informasi berupa harga-harga produksi dari setiap unit yang disimpan di gudang.
Siklus akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur dimulai dari persiapan bahan baku, proses pembuatan produk, sampai akhirnya menghasilkan produk jadi. Beberapa akun yang ikut diperhitungkan dalam perhitungan akuntansi biaya perusahaan manufaktur yaitu harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi, dan harga pokok penjualan.
Sekian pembahasan materi tentang
Akuntansi Biaya, semoga pembahasan materi Akuntansi Biaya ini dapat bermanfaat
untuk teman-teman. Selalu jaga kesehatan ya teman-teman! Terima kasih 😊
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Minggu, 19 September 2021
WELCOME TO MY BLOG: Perkenalan Diri
Assalamualaikum Wr. Wb.
Welcome to my blog, guys!
Bagaimana kabar kalian hari ini ? Semoga baik-baik saja ya 😊
Perkenalkan nama saya
Linda Permata Hati atau biasa dipanggil Linda oleh orang sekitar. Saya lahir di
Bogor, 9 Januari 2002 dengan agama Islam. Dan saat ini saya tinggal bersama
orang tua saya di Kampung Dayeuh RT 05/RW 02, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saya adalah anak kedua
dari dua bersaudara, dan saya hanya mempunyai satu kakak yaitu perempuan. Saya
dilahirkan dari keluarga yang sederhana, namun dengan kesederhanaan itulah yang
membuat kami selalu mensyukurinya.
Ketika berumur 6 tahun,
saya mulai sekolah di SDN Babakan 01 yang tepatnya berada di Jl. Dayeuh No. 06
Kp. Babakan RT 02/RW 05. Saya melanjutkan pendidikan SMP di SMPN 1 Klapanunggal
yang terkenal dengan sebutan Nekal singkatan dari Negeri Klapanunggal yang
berada di Jl. Terusan Bojong Klapanunggal, Kelapa Nunggal, Kec. Klapanunggal,
Kab. Bogor, Jawa Barat. Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan SMA di
SMAN 1 Klapanunggal atau biasa disebut dengan Smanunggal. SMA ini berlokasi di
Jl. Raya Terusan Bojong, RT 01/RW 04, Klapanunggal, Kec. Klapanunggal, Bogor,
Jawa Barat. Lokasi SMA ini tidak jauh dari SMP saya. Jurusan saya di SMA yaitu
IPS.
Setelah lulus SMA, saya
melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Saya melanjutkan pendidikan di Universitas Pakuan. Di
Universitas Pakuan ini saya mengambil Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan
Manajemen. Saya memilih Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan Manajemen ini karena
sejak SMA saya sudah memilih Manajemen sebagai jurusan yang saya pilih di
perguruan tinggi. Alasan saya memilih Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan Manajemen
ini karena saya ingin lebih dalam mempelajari tentang Manajemen. Dan orang tua
saya pun mendukung saya untuk memilih Fakultas Ekonomi dengan jurusan Manajemen
ini.
Dan setelah perkenalan
diri saya ini, saya akan berbagi ilmu pengetahuan yang mungkin bisa bermanfaat
untuk kalian semua teman-teman. Sekian perkenalan singkat diri dari saya ya,
selamat bergabung di blog saya dan semoga blog ini bermanfaat untuk
teman-teman! Selalu jaga kesehatan ya teman-teman! Terima kasih 😊
Wassalamualaikum Wr. Wb.