Rabu, 27 Oktober 2021

021120342_LINDA PERMATA H_AKUNTANSI BIAYA REVIEW JURNAL

Judul Jurnal    : PENGARUH EFISIENSI BIAYA BAHAN BAKU DAN EFISIENSI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA PT ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY PERIODE 2015-2017

Volume             :  Vol 6, No 1 (2019)

Pengarang       : Agung Fajar Ilmiyono, Adinda Langlang Buana, Akhsanul Haq, dan Airin Nuraini

Tanggal terbit : 18 - 12 - 2019
Nama Jurnal   : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Akuntansi
Jilid                  1
Terbitan           1
Deskripsi        Pengendalian biaya dalam perusahaan dapat diukur dengan analisis efisiensi. Analisis efisiensi mengukur efisiensi biaya dengan cara membandingkan realisasi biaya dengan standar biaya. Semakin sesuai realisasi dengan standar, maka biaya tersebut dinilai semakin efisien. Biaya produksi yang relatif mudah dikendalikan adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Kedua biaya ini biasanya memiliki resiko efisiensi yang tinggi apabila pengendalian tidak dilakukan dengan benar dan dampaknya dapat menyebabkan kerugian. Pada biaya bahan baku, apabila terjadi pemborosan bahan baku maka biaya yang dikeluarkan pun akan tinggi, jika bahan baku habis tetapi target produksi belum tercapai, maka hal ini akan menyebabkan kerugian yang semakin besar. Demikian juga dengan tenaga kerja, apabila tenaga kerja yang memproses produk dalam aktivitas produksi membutuhkan waktu yang lebih banyak daripada target, maka jam kerja akan meningkat dan biaya tenaga kerja pun meningkat. Oleh karena itu pengendalian biaya sangat penting dalam proses produksi untuk mencapai laba maksimal.

LATAR BELAKANG

Pertumbuhan dan peningkatan ini dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di industri ban untuk memaksimalkan kinerjanya dalam menghasilkan pendapatan dan mencapai tujuan perusahaan. Tujuan utama perusahaan pada umumnya adalah memperoleh laba sebesar-besarnya dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Wild dan Subramanyam , menyatakan bahwa pengertian laba adalah sebagai berikut: «Laba atau laba bersih mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat». Oleh karena itu usaha peningkatan pendapatan untuk memperoleh laba maksimal harus diimbangi dengan pengendalian biaya untuk menekan pengeluaran seminimal mungkin.

Pengendalian biaya dalam perusahaan dapat diukur dengan analisis efisiensi. Analisis efisiensi mengukur efisiensi biaya dengan cara membandingkan realisasi biaya dengan standar biaya. Kedua biaya ini biasanya memiliki resiko efisiensi yang tinggi apabila pengendalian tidak dilakukan dengan benar, dan dampaknya dapat menyebabkan kerugian. Pada biaya bahan baku, apabila terjadi pemborosan bahan baku maka biaya yang dikeluarkan pun akan tinggi, jika bahan baku habis tetapi target produksi belum tercapai, maka hal ini akan menyebabkan kerugian yang semakin besar. Demikian juga dengan tenaga kerja, apabila tenaga kerja yang memproses produk dalam aktivitas produksi membutuhkan waktu yang lebih banyak daripada target, maka jam kerja akan meningkat dan biaya tenaga kerja pun meningkat.

TUJUAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh efisiensi biaya bahan baku dan pengaruh efisiensi biaya tenaga kerja terhadap peningkatan laba perusahaan.

KERANGKA PEMIKIRAN

Bedasarkan uraian sebelumnya, maka dibuat kerangka dibuat suatu kerangka pemikiran teoritis yang menggambarkan variabel-variabel yang telah dijelaskan sebelumnya.

1.   Biaya Bahan Baku

Tujuan utama didirikannya perusahaan untuk memperoleh laba dan berproduksi secara ekonomis, dapat menyelesaikan pembuatan produk tepat waktu, dan tepat waktu saat penyerahaan produk kepada konsumen.

2.   Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam proses produksi untuk menghasilkan barang maupun. Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup dan memadai. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya dapat optimal.

3.  Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap   Peningkatan Laba

Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan proses produksi. Salah satu tujuan yang biasa dijadikan sebagai ukuran keberhasilan atau kemajuan perusahaan adalah laba. Maka dari itu perusahaan akan berusaha menghasilkan laba agar bisa mempertahankan kelangsungan usahanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Biaya yang dianggap sebagai tanggungan harus dapat dikendalikan dan dialokasikan secara efisien oleh manajemen.

ANALISIS BIAYA BAHAN BAKU

1.   Metode Satu Selisih (The One-Way Model)

Dalam metode ini selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar tidak dipecah ke dalam selisih harga dan selisih kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan gabungan antara selisih harga dan selisih  kuantitas.

Rumus:

St = (HSt x KSt) – (HS x KS)

Dimana :

St = Total Selisih HSt = Harga Standar

KSt = Kuantitas Standar HS = Harga Sesungguhnya

KS = Kuantitas Sesungguhnya

2.   Metode Dua Selisih (The Two-Way Model)

Dalam metode analisis ini, selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar dibagi menjadi dua macam selisih, yaitu selisih harga  dan selisih kuantitas atau efisiensi, ini ditujukan untuk membebankan tanggung jawab masing- masing jenis selisih tersebut pada manajer yang bertanggungjawab.

Rumus :

Rumus perhitungan selisih harga: SH = (HSt – HS) x KS

Rumus perhitungan selisih kuantitas: SK = (KSt – KS) x HSt

Dimana:

SH = Selisih Harga

SK = Selisih Kuantitas / Efisiensi HSt = Harga Standar

KSt = Kuantitas Standar HS = Harga Sesungguhnya

KS = Kuantitas Sesungguhnya

3.   Metode     Tiga    Selisih (The    Three-Way Model)

Dalam metode ini, selisih antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya  dibagi menjadi tiga macam selisih berikut ini: selisih harga, selisih kuantitas, dan  selisih harga/kuantitas.

Hubungan harga dan kuantitas standar dengan harga dan kuantitas sesungguhnya dapat terjadi dengan empat kemungkinan berikut:

1. Harga dan kuantitas standar lebih besar dari harga dan kuantitas sesungguhnya.

        Rumus :

        SH = (HSt – HS) x KS SK = (KSt – KS) x HS

              2. Harga dan Kuantitas standar lebih kecil dari harga dan kuantitas sesungguhnya.

       Rumus :

       SH = (HSt – HS) x KSt SK = (KSt – KS) x HSt

       SHK = (HSt – HS) x (KSt – KS)

      3. Harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya tetapi sebaliknya kuantitas standar lebih                            tinggi dari kuantitas sesungguhnnya.

      Rumus :

      SH = (HSt – HS) x KS SK = (KSt – KS) x HSt

     4. Harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, tetapi  sebaliknya kuantitas standar lebih                              rendah dari kuantitas sesungguhnya.

     Rumus :

     SH = (HSt – HS) x KSt SK = (KSt – KS) x HS

     SHk = Nol

BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

Biaya Tenaga Kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengguna tenaga kerja langsung dalam pengolahan suatu produk dari bahan baku menjadi barang jadi. Biaya Tenaga Kerja Langsung meliputi kompensasi atas seluruh tenaga kerja yang dapat ditelusuri ke obyek biaya dengan cara yang ekonomis.

ANALISIS BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

1.   Metode Satu Selisih (The One-Way Model)

Rumus : (JKSt x TUSt) – (JKS x TUS)

Dimana :

TUSt = Tarif Upah Standar JKSt = Jam Kerja Standar

TUS = Tarif Upah Sesungguhnya JKS = Jam Kerja Sesungguhnya

2.   Metode Dua Selisih (The Two-Way Model)

Rumus :

Rumus perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x JKS

Rumus perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x TUSt

3.   Metode    Tiga  Selisih  (The  Three-Way Model)

Rumus :

Rumus perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x JKSt

Rumus perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x TUS

Rumus perhitungan selisih tarif/efisiensi upah: (JKSt – JKS) – (TUSt – TUS)

 

LABA

Laba adalah hasil pengurangan dari biaya atas pendapatan yang didapatkan didalam laporan laba rugi. Laporan laba rugi disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu dan menggambarkan hasil kegagalan operasi perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Hasil operasi perusahaan diukur dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan dengan biaya. Apabila pendapatan lebih besar daripada biaya maka dikatakan bahwa perusahaan memperoleh laba dan bila terjadi sebaliknya maka perusahaan mengalami rugi.

1.   Laba Kotor

Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan/mendapatkan produk barang/jasa.

Rumus :

Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

·  Penjualan Bersih = Penjualan – Biaya Angkut – Return Penjualan – Potongan Penjualan

·  HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir

·  Pembelian Bersih = Pembelian + Biaya Angkut – Return Pembelian – Potongan Pembelian

2.   Laba Bersih

Laba bersih adalah laba kotor dikurangi oleh semua biaya yang dikeluarkan seperti biaya operasional dan biaya non-operasional. Biaya operasional contohnya yaitu gaji, biaya sewa, biaya pemasaran, biaya administrasi, biaya perusahaan dan lain sebagainya. Sedangkan biaya non-operasional adalah biaya bunga (interest) dan pajak (tax).

Rumus :

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha

Beban Usaha = Beban Operasional + Beban Non-Operasional

EBITDA = Laba Kotor – Biaya Operasional

EBIT = EBITDA – Beban Non-Operasional (Biaya Penyusutan dan Amortisasi)

EBT = EBIT – Beban Bunga + Pendapatan Bunga

Laba Bersih = EBT – Beban Pajak

      Keterangan:

EBITDA: Earning before Interest, Tax, Depreciation and Amortation (Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi)

EBIT: Earning before Interest and Tax (Laba sebelum bunga dan pajak)

EBT: Earning before Tax (Laba sebelum pajak)


EFISIENSI

Efisiensi merupakan ketepatan untuk menjalankan sesuatu. Efisiensi biaya produksi suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai laba yang optimal. Tingkat efisiensi biaya produksi suatu perusahaan dapat diukur dengan berapa banyak bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang digunakan untuk menghasilkan keluaran tertentu.


METODOLOGI PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang Pengaruh Efisiensi  Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sedangkan yang menjadi variabel dependen adalah peningkatan laba. 

 

OBJEK, UNIT ANALISIS DAN LOKASI PENELITIAN

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung sebagai variabel independen dan Peningkatan Laba sebagai variabel dependen.

Unit analisis penelitian dalam penelitian ini adalah Organization, maksud dari Organization yang diteliti adalah suatu organisasi, sehingga data adalah mengenai atau berasal dari (respon) suatu organisasi tertentu.

Lokasi penelitian yang akan dilakukan adalah PT Elangperdana Tyre Industry yang merupakan perusahaan yang berada dibawah naungan Elang Group bersama dengan PT Elangperdana Prima Niaga & Industri yang memproduksi ban dalam mobil (Tube).

PEMABAHASAN

Efisiensi Biaya Bahan Baku Terhadap Peningkatan Laba

1.  Berdasarkan perhitungan selisih harga bahan baku diketahui bahwa pada tahun 2015 dapat dinyatakan sebagai rugi karena harga standar lebih besar dari harga sesungguhnya dan bedasarkan hasil perhitungan selisih harga atau varian menunjukan hasil nilainya positif. Sedangkan tahun 2016 dan 2017 dapat dinyatakan laba karena harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya dan berdasarkan hasil perhitungan selisih harga atau varian menunjukan hasil nilainya negatif.

2.    Berdasarkan perhitungan selisih kuantitas bahan baku diketahui bahwa selama 3 tahun yaitu 2015, 2016 dan 2017. Dapat dinyatakan rugi karena karena harga standar lebih besar dari harga sesungguhnya dan hasil perhitungan selisih kuantitas menunjukan hasil yang nilainya positif.

 

Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba

1.   Berdasarkan perhitungan selisih tarif upah langsung diketahui bahwa tahun 2015 dapat dinyatakan laba karena tarif upah standar lebih rendah dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya dan hal ini diperkuat oleh hasil perhitungan selisih yang menunjukkan nilainya negatif. Kebalikannya pada tahun 2016 dan 2017 mengalami kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya dan hasil perhitungan selisihnya menunjukkan nilainya positif.

2.   Berdasarkan perhitungan selisih efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 dan 2016 dapat dinyatakan rugi karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya dan perhitungan selisih jam kerja menunjukkan hasil yang nilainya positif, sedangkan pada tahun 2017 tidak terjadi laba atau rugi, karena jam kerja standar dan jam kerja sesungguhnya yang digunakan dalam proses produksi sama.

3.  Berdasarkan perhitungan selisih tarif/efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 mengalami kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya. Sedangkan 2016 dan 2017 dapat dinyatakan laba karena tarif upah standar lebih rendah dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya. Hasil tersebut diperkuat bedasarkan perhitungan selisih tarif/efisiensi upah yang menunjukkan nilai untuk tahun 2015 positif sedangkan untuk tahun 2016 dan 2017 menunjukan nilai negatif.


Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Terhadap Peningkatan Laba

Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung terhadap peningkatan laba memiliki pengaruh terhadap laba. Sedangkan terjadi perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Juwet (2018) dan Dewi (2014) yang menujukkan hasil penelitian yang berbeda dengan penelitian yang penulis analisis. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang mempengaruhi pendapatan yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ban maka perusahaan seharusnya dapat meningkatkan pengelolaan usaha sebaik mungkin. Hal yang dimaksud yaitu biaya- biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin.

TAMBAHAN PENJELASAN MATERI

Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber-sumber daya untuk mencapai keluaran yang telah ditentukan atau dapat memaksimumkan keluaran dengan jumlah masukan yang terbatas disebut manajer yang efisien. Efisiensi dapat diukur dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan yang selanjutnya disebut biaya standar.

Pengendalian biaya (cost control) adalah perbandingan kinerja aktual dengan kinerja standar, penganalisisan selisih-selisih yang timbul guna mengidentifikasi penyebab-penyebab yang dapat dikendalikan, dan pengambilan tindakan untuk membenahi atau menyesuaikan perencanaan dan pengendalian pada masa yang akan datang. Pengendalian biaya merupakan control yang dilakukan untuk menilai prestasi dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya standar yang ditetapkan sehingga akan dapat ditentukan efisiensi pada setiap departemen dimana produk diolah.

KESIMPULAN

1.    Efisiensi biaya bahan baku berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian semakin efisien biaya bahan baku maka semakin meningkatkan laba, akan tetapi apabila biaya bahan baku tidak efisien maka laba semakin menurun.

2.   Efisiensi biaya tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian semakin efisien biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan laba,  akan tetapi apabila biaya tenaga kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.

3.   Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015- 2017 dengan demikian semakin efisien biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan laba,  akan tetapi apabila biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.

SARAN

1.   Untuk penelitian selanjutnya

     Perlu mempertimbangkan faktor-faktor selain efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung, yaitu analisis terhadap biaya overhead pabrik pada perusahaan.

2.   Untuk Praktisi

      Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan agar mempertimbangkan untuk melakukan kontrak jangka panjang sehingga diperoleh biaya bahan baku yang murah. Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan supervise dalam pelaksanaan jam kerja.

Link Jurnal : https://jom.unpak.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/1223 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar