Judul Jurnal : PENGARUH EFISIENSI BIAYA BAHAN BAKU DAN EFISIENSI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA PT ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY PERIODE 2015-2017
Volume : Vol 6, No 1 (2019)
Pengarang : Agung Fajar Ilmiyono, Adinda Langlang Buana, Akhsanul Haq, dan Airin Nuraini
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KS SK = (KSt – KS) x HSt
4. Harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, tetapi sebaliknya kuantitas standar lebih rendah dari kuantitas sesungguhnya.
Rumus :
SH = (HSt – HS) x KSt SK = (KSt – KS) x HS
SHk = Nol
BIAYA TENAGA KERJA
LANGSUNG
Biaya Tenaga Kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengguna tenaga kerja langsung dalam pengolahan suatu produk dari bahan baku menjadi barang jadi. Biaya Tenaga Kerja Langsung meliputi kompensasi atas seluruh tenaga kerja yang dapat ditelusuri ke obyek biaya dengan cara yang ekonomis.
ANALISIS BIAYA TENAGA
KERJA LANGSUNG
1. Metode
Satu Selisih (The One-Way Model)
Rumus
: (JKSt x TUSt) – (JKS x TUS)
Dimana :
TUSt = Tarif
Upah Standar JKSt = Jam Kerja Standar
TUS = Tarif Upah
Sesungguhnya JKS = Jam Kerja Sesungguhnya
2. Metode
Dua Selisih (The Two-Way Model)
Rumus :
Rumus
perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x
JKS
Rumus
perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x TUSt
3. Metode Tiga Selisih (The Three-Way Model)
Rumus :
Rumus perhitungan selisih tarif upah: (TUSt – TUS) x JKSt
Rumus perhitungan selisih efisiensi upah: (JKSt – JKS) x
TUS
Rumus perhitungan selisih tarif/efisiensi upah: (JKSt –
JKS) – (TUSt – TUS)
LABA
Laba adalah hasil pengurangan dari biaya atas pendapatan yang didapatkan didalam laporan laba rugi. Laporan laba rugi disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu dan menggambarkan hasil kegagalan operasi perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Hasil operasi perusahaan diukur dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan dengan biaya. Apabila pendapatan lebih besar daripada biaya maka dikatakan bahwa perusahaan memperoleh laba dan bila terjadi sebaliknya maka perusahaan mengalami rugi.
1. Laba Kotor
Laba
kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan/mendapatkan produk barang/jasa.
Rumus
:
Laba
Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
· Penjualan
Bersih = Penjualan – Biaya Angkut – Return Penjualan – Potongan Penjualan
· HPP
= Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
· Pembelian
Bersih = Pembelian + Biaya Angkut – Return Pembelian – Potongan Pembelian
2. Laba
Bersih
Laba bersih adalah laba kotor dikurangi oleh semua
biaya yang dikeluarkan seperti biaya operasional dan biaya non-operasional.
Biaya operasional contohnya yaitu gaji, biaya sewa, biaya pemasaran, biaya
administrasi, biaya perusahaan dan lain sebagainya. Sedangkan biaya
non-operasional adalah biaya bunga (interest) dan pajak (tax).
Rumus :
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha
• Beban Usaha =
Beban Operasional + Beban Non-Operasional
• EBITDA = Laba
Kotor – Biaya Operasional
• EBIT = EBITDA –
Beban Non-Operasional (Biaya Penyusutan dan Amortisasi)
• EBT = EBIT –
Beban Bunga + Pendapatan Bunga
• Laba Bersih =
EBT – Beban Pajak
Keterangan:
EBITDA: Earning before Interest, Tax, Depreciation and
Amortation (Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi)
EBIT: Earning before Interest and Tax (Laba sebelum
bunga dan pajak)
EBT: Earning before Tax (Laba sebelum pajak)
EFISIENSI
Efisiensi merupakan ketepatan untuk menjalankan
sesuatu. Efisiensi biaya produksi suatu hal yang penting yang harus dilakukan
oleh perusahaan untuk mencapai laba yang optimal. Tingkat efisiensi biaya
produksi suatu perusahaan dapat diukur dengan berapa banyak bahan baku, tenaga
kerja langsung, dan overhead pabrik yang digunakan untuk menghasilkan keluaran
tertentu.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif eksploratif, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang
Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan
Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba. Dalam
penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung sedangkan yang menjadi variabel dependen adalah
peningkatan laba.
OBJEK, UNIT ANALISIS DAN LOKASI PENELITIAN
Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung
sebagai variabel independen dan Peningkatan Laba sebagai variabel dependen.
Unit analisis penelitian dalam penelitian ini adalah
Organization, maksud dari Organization yang diteliti adalah suatu organisasi,
sehingga data adalah mengenai atau berasal dari (respon) suatu organisasi
tertentu.
Lokasi penelitian yang akan dilakukan adalah PT Elangperdana Tyre Industry yang merupakan perusahaan yang berada dibawah naungan Elang Group bersama dengan PT Elangperdana Prima Niaga & Industri yang memproduksi ban dalam mobil (Tube).
PEMABAHASAN
Efisiensi Biaya Bahan
Baku Terhadap Peningkatan Laba
1. Berdasarkan perhitungan selisih harga bahan baku diketahui bahwa
pada tahun 2015 dapat dinyatakan sebagai rugi karena harga standar lebih besar
dari harga sesungguhnya dan bedasarkan hasil perhitungan selisih harga atau
varian menunjukan hasil nilainya positif. Sedangkan tahun 2016 dan 2017 dapat
dinyatakan laba karena harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya dan
berdasarkan hasil perhitungan selisih harga atau varian menunjukan hasil
nilainya negatif.
2. Berdasarkan
perhitungan selisih kuantitas bahan baku diketahui bahwa selama 3 tahun yaitu
2015, 2016 dan 2017. Dapat dinyatakan rugi karena karena harga standar lebih
besar dari harga sesungguhnya dan hasil perhitungan selisih kuantitas
menunjukan hasil yang nilainya positif.
Efisiensi Biaya
Tenaga Kerja Langsung Terhadap Peningkatan Laba
1. Berdasarkan
perhitungan selisih tarif upah langsung diketahui bahwa tahun 2015 dapat
dinyatakan laba karena tarif upah standar lebih rendah dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan hal ini diperkuat oleh hasil perhitungan selisih
yang menunjukkan nilainya negatif. Kebalikannya pada tahun 2016 dan 2017
mengalami kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan hasil perhitungan selisihnya menunjukkan nilainya
positif.
2. Berdasarkan
perhitungan selisih efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 dan 2016 dapat
dinyatakan rugi karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan
tarif upah sesungguhnya dan perhitungan selisih jam kerja menunjukkan hasil
yang nilainya positif, sedangkan pada tahun 2017 tidak terjadi laba atau rugi,
karena jam kerja standar dan jam kerja sesungguhnya yang digunakan dalam proses
produksi sama.
3. Berdasarkan
perhitungan selisih tarif/efisiensi upah diketahui bahwa tahun 2015 mengalami
kerugian karena tarif upah standar lebih tinggi dibandingkan dengan tarif upah
sesungguhnya. Sedangkan 2016 dan 2017 dapat dinyatakan laba karena tarif upah
standar lebih rendah dibandingkan dengan tarif upah sesungguhnya. Hasil
tersebut diperkuat bedasarkan perhitungan selisih tarif/efisiensi upah yang
menunjukkan nilai untuk tahun 2015 positif sedangkan untuk tahun 2016 dan 2017
menunjukan nilai negatif.
Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya
Tenaga Kerja Terhadap Peningkatan Laba
Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung terhadap peningkatan laba memiliki pengaruh terhadap laba. Sedangkan terjadi perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Juwet (2018) dan Dewi (2014) yang menujukkan hasil penelitian yang berbeda dengan penelitian yang penulis analisis. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang mempengaruhi pendapatan yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ban maka perusahaan seharusnya dapat meningkatkan pengelolaan usaha sebaik mungkin. Hal yang dimaksud yaitu biaya- biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin.
TAMBAHAN PENJELASAN MATERI
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber-sumber daya untuk mencapai keluaran yang telah ditentukan atau dapat memaksimumkan keluaran dengan jumlah masukan yang terbatas disebut manajer yang efisien. Efisiensi dapat diukur dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan yang selanjutnya disebut biaya standar.
Pengendalian biaya (cost control) adalah perbandingan kinerja aktual dengan kinerja standar, penganalisisan selisih-selisih yang timbul guna mengidentifikasi penyebab-penyebab yang dapat dikendalikan, dan pengambilan tindakan untuk membenahi atau menyesuaikan perencanaan dan pengendalian pada masa yang akan datang. Pengendalian biaya merupakan control yang dilakukan untuk menilai prestasi dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya standar yang ditetapkan sehingga akan dapat ditentukan efisiensi pada setiap departemen dimana produk diolah.
KESIMPULAN
1. Efisiensi
biaya bahan baku berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT.
Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian semakin efisien
biaya bahan baku maka semakin meningkatkan laba, akan tetapi apabila biaya
bahan baku tidak efisien maka laba semakin menurun.
2. Efisiensi
biaya tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada
perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015-2017 dengan demikian
semakin efisien biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan
laba, akan tetapi apabila biaya tenaga
kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.
3. Efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi tenaga kerja langsung berpengaruh terhadap peningkatan laba pada perusahaan ban PT. Elangperdana Tyre Industry periode 2015- 2017 dengan demikian semakin efisien biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung maka semakin meningkatkan laba, akan tetapi apabila biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tidak efisien maka laba semakin menurun.
SARAN
1. Untuk penelitian selanjutnya
Perlu mempertimbangkan faktor-faktor selain efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung, yaitu analisis terhadap biaya overhead pabrik pada perusahaan.
2. Untuk Praktisi
Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan agar mempertimbangkan untuk melakukan kontrak jangka panjang sehingga diperoleh biaya bahan baku yang murah. Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan supervise dalam pelaksanaan jam kerja.
Link Jurnal : https://jom.unpak.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/1223
Tidak ada komentar:
Posting Komentar